Pertemuan Dengan Menkop UKM
PertemuanJumlah lapangan kerja yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Kondisi ini tentu berdampak kepada meningkatnya jumlah angka perngangguran dari tenaga kerja terdidik.Sedangkan mindset mahasiswa maupun sarjana yang baru lulus masih lebih bangga apabila menjadi karyawan sebuah perusahaan. Hanya segelintir malah bisa dihitung dengan jari yang benar-benar minat menjadi pewirausaha sejak muda yang notabene sekaligus sebagai pembuka lapangan kerja.
Melihat kondisi tersebut pada tanggal 25 Maret 2010 bertempat di ruang kerja Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Prof.Rhenald Kasali, Phd selaku Ketua Program Magister Manajemen Universitas Indonesia bersama Ir.Sahat Saragih, MM.MT (Ketua Umum Ikatan Alumni Pasca Sarjana Manajemen Proyek Universitas Indonesia) didampingi Ir.Henky Eko S,MT (Sekjen Ikatan Alumni Pasca Sarjana Manajemen Proyek Universitas Indonesia yang juga Ketua Bidang Entrepreneur Ikatan Alumni ITS Jakarta Raya&Luar Negeri) yang lebih dikenal dengan nama Cak Eko memaparkan konsep program percepatan penciptaan wirausaha muda UKM di Indonesia di depan Menteri Negara Koperasi & UKM Syarifudin Hasan,SE,MM,MBA dan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia UMKM Kementerian Negara Koperasi dan UKM Neddy Rafilandi Halim.
Tujuan utama dari usulan Program percepatan penciptaan wirausaha muda UKM di Indonesia ini adalah untuk mengurangi angka penggangguran terdidik dan sekaligus juga meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pemberdayaan ekonomi mikro.
Tujuan utama dari usulan Program percepatan penciptaan wirausaha muda UKM di Indonesia ini adalah untuk mengurangi angka penggangguran terdidik dan sekaligus juga meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pemberdayaan ekonomi mikro.

Program yang diusulkan salah satunya adalah melalui pemberian motivasi kewirausahaan ke sejumlah mahasiswa atau sarjana yang masih menganggur di beberapa kota/kabupaten di Indonesia. Acara tersebut akan ditempatkan di kampus negeri yang ada di wilayah kota/kabupaten. Pilot project awal diusulkan adalah di kampus Universitas Indonesia dan selanjutnya disusul kampus ITS di Surabaya dan kampus-kampus Negeri lainnya secara bergantian. Adapun peserta yang boleh hadir adalah seluruh mahasiswa atau sarjana yang masih menganggur di tiap-tiap wilayah kota/kabupaten.
Maksud dari pemberian motivasi tersebut adalah yang pertama merubah paradigma dan mindset para mahasiswa dan sarjana yang masih menganggur untuk tertarik menjadi seorang pewirausaha. Selanjutnya setelah acara tersebut selesai, mereka (semua peserta yang hadir) diminta untuk membuat business plan usaha UKM sesuai dengan ide dan bakat atau hobi masing-masing. Bisnis Plan tersebut selanjutnya akan diseleksi oleh pihak Kementrian Koperasi & UKM atau pihak kampus dibantu lembaga independen untuk menentukan beberapa orang yang akan mendapatkan bantuan berupa booth/gerobak modern untuk menjalankan usaha mereka.
Sebagai ilustrasi di Indonesia saat ini ada kurang lebih 471 kota/kabupaten, apabila tiap kota/kabupaten mendapat bantuan 10 gerobak/booth modern, maka total booth/gerobak adalah 4.710 buah gerobak. Untuk 1 buah gerobak/booth dibutuhkan tenaga kerja 2 orang, maka total penyerapan tenaga kerja adalah sebesar 9.420 orang tenaga kerja. Apabila dalam waktu 6 bulan kemudian masing-masing gerobak/booth bantuan tersebut dapat tumbuh minimal 1 gerobak/booth maka 6 bulan kemudian total jumlah tenaga kerja yang dapat diciptakan total menjadi 18.840 orang tenaga kerja yang dapat terserap dari sector usaha kecil tersebut.
Agar perkembangan usaha mereka yang mendapat bantuan booth/gerobak tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, maka sebelum mereka menjalankan usahanya mereka perlu mendapatkan pelatihan atau bimbingan menjadi pewirausaha modern. Sehingga bukan tidak mungkin usaha mereka akan menjadi embrio usaha yang franchiseable. Dengan begitu perkembangan jumlah booth/gerobak akan bertambah puluhan kali lipat sehingga jumlah angka tenaga kerja yang diserap dapat mencapai ratusan ribu dalam setahun.
Program usulan tersebut dirasa lebih membumi dan efek yang dirasakan akan lebih terasa dan tepat sasaran bagi penumbuhan wirausaha muda UKM secara merata di wilayah Indonesia dan secara langsung dapat mengurangi angka pengangguran tenaga kerja terdidik. Sehingga diharapkan perusahaan BUMN dapat ambil peranan melalui bantuan dana CSR pada program tersebut.
Pihak Kementrian Koperasi & UKM menyambut baik program usulan tersebut dan mengapresiasi dan selanjutnya akan merencanakan langkah-langkah strategis untuk dapat merealisasikan program agar tepat arah dan sasaran.
Maksud dari pemberian motivasi tersebut adalah yang pertama merubah paradigma dan mindset para mahasiswa dan sarjana yang masih menganggur untuk tertarik menjadi seorang pewirausaha. Selanjutnya setelah acara tersebut selesai, mereka (semua peserta yang hadir) diminta untuk membuat business plan usaha UKM sesuai dengan ide dan bakat atau hobi masing-masing. Bisnis Plan tersebut selanjutnya akan diseleksi oleh pihak Kementrian Koperasi & UKM atau pihak kampus dibantu lembaga independen untuk menentukan beberapa orang yang akan mendapatkan bantuan berupa booth/gerobak modern untuk menjalankan usaha mereka.
Sebagai ilustrasi di Indonesia saat ini ada kurang lebih 471 kota/kabupaten, apabila tiap kota/kabupaten mendapat bantuan 10 gerobak/booth modern, maka total booth/gerobak adalah 4.710 buah gerobak. Untuk 1 buah gerobak/booth dibutuhkan tenaga kerja 2 orang, maka total penyerapan tenaga kerja adalah sebesar 9.420 orang tenaga kerja. Apabila dalam waktu 6 bulan kemudian masing-masing gerobak/booth bantuan tersebut dapat tumbuh minimal 1 gerobak/booth maka 6 bulan kemudian total jumlah tenaga kerja yang dapat diciptakan total menjadi 18.840 orang tenaga kerja yang dapat terserap dari sector usaha kecil tersebut.
Agar perkembangan usaha mereka yang mendapat bantuan booth/gerobak tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, maka sebelum mereka menjalankan usahanya mereka perlu mendapatkan pelatihan atau bimbingan menjadi pewirausaha modern. Sehingga bukan tidak mungkin usaha mereka akan menjadi embrio usaha yang franchiseable. Dengan begitu perkembangan jumlah booth/gerobak akan bertambah puluhan kali lipat sehingga jumlah angka tenaga kerja yang diserap dapat mencapai ratusan ribu dalam setahun.
Program usulan tersebut dirasa lebih membumi dan efek yang dirasakan akan lebih terasa dan tepat sasaran bagi penumbuhan wirausaha muda UKM secara merata di wilayah Indonesia dan secara langsung dapat mengurangi angka pengangguran tenaga kerja terdidik. Sehingga diharapkan perusahaan BUMN dapat ambil peranan melalui bantuan dana CSR pada program tersebut.
Pihak Kementrian Koperasi & UKM menyambut baik program usulan tersebut dan mengapresiasi dan selanjutnya akan merencanakan langkah-langkah strategis untuk dapat merealisasikan program agar tepat arah dan sasaran.
