Refleksi
Hasil Pencernaan Perjalanan Hidup
Oleh : Achmad Harijanto – M29
Dalam perjalanan hidup banyak kenyataan yang tidak seindah bayangan di awal perjalanan hidup…!!
Kita bayangkan dengan lulus dari ITS atau perguruan ternama lainnya dan IP yang tinggi akan menjamin masa depan yang cerah…!!
Ternyata tidak semudah itu…!!!
Memang pada saat kita melamar kerja, kemungkinan besar kita akan dipanggil untuk menjalani proses penerimaan karyawan, karena pada umumnya kriteria rekrutmen untuk fresh graduate yang dilihat pada surat lamaran adalah : Lulusan mana dan berapa IP nya.
Dalam proses penerimaan itupun kendala sudah muncul, dimana Psiko Test dan wawancara yang menanyakan aktifitas2 selama perkuliahan.Memang pada kenyataannya faktor soft skill seperti kepemimpinan, kemampuan bekerjasama dalam satu tim, kemampuan bersosialisasi dan hal2 lainnya menjadi persyaratan yang terkait penempatan karyawan.
Anda tahu….saya punya teman yang pintar dan masuk tanpa tes (PMDK) dan lulus dengan IP tinggi, tapi selama 2 tahun sejak lulus S1 tidak diterima kerja karena TIDAK PERNAH LULUS Psiko Test….!!!
Jadi pada saat kita diterima kerja di suatu Perusahaan adalah awal dari langkah kita di suatu “Medan Pertempuran” tanpa lagi ada penilaian anda lulusan mana dan IP berapa.
Anda tahu…di perusahaan tempat saya pernah bekerja yaitu perusahaan konstruksi ternama, 2 direksi dan corporate secretary nya adalah lulusan perguruan tinggi yang saya belum pernah dengar keberadaannya, dan mereka membawahi ratusan karyawan lulusan ITB, ITS, UI dan perguruan tinggi ternama lainnya.
Pencapaian yang mereka capai murni hasil kerja keras mereka dan bukan berdasarkan kedekatan dengan pemilik atau hal2 lainnya.
Artinya bahwa latar belakang pendidikan anda sudah tidak akan diukur lagi pada saat anda masuk “Medan Pertempuran”, hanya performance kerja anda yang dinilai untuk kesuksesan karier anda.
Anda tahu..teman2 saya yang pintar dan dulu menjadi “Mentor” bagi teman2 lainnya dan selalu “Ditempel” kiri kanannya pada saat kuis atau ujian, relatif kurang berhasil dibanding beberapa teman saya yang dulu malah begajulan.
Dari keseluruhan kenyataan yang saya temui dalam perjalanan hidup saya, maka disimpulkan bahwa keberhasilan bukan hanya di dukung oleh kepintaran saja tapi juga perlunya hal2 sebagai berikut :
Kemampuan Bersosialisasi
Hal ini penting untuk membangun jejaring (network) anda.
Kemampuan ini harus dilatih sedini mungkin…., salah satunya ikuti
aktifitas yang ada di sekolah dan di kampus, karena disitulah anda bisa
banyak belajar untuk bergaul dengan bermacam2 karakter orang.
1. Harus mempunyai KEBERANIAN, antara lain keberanian untuk mengambil keputusan.
Contoh : Kenapa teman saya yang pintar tidak berhasil dalam hidupnya, karena dia tidak pernah berani mengambil keputusan….!! Sehingga dia Berjalan di tempat…!!
2. Jangan Pernah Putus Asa, karena kegagalan demi kegagalan akan menempa anda menjadi lebih kuat…!!
Sekali anda putus asa…., maka anda akan sulit untuk melangkah maju…!!
3. Kemampuan Bersosialisasi
Hal ini penting untuk membangun jejaring (network) anda.
Kemampuan ini harus dilatih sedini mungkin…., salah satunya ikuti aktifitas yang ada di sekolah dan di kampus, karena disitulah anda bisa banyak belajar untuk bergaul dengan bermacam2 karakter orang.
4. Jujur dan jangan pernah mengingkari komitmen yang pernah anda buat terhadap orang lain.
Hal ini penting untuk membangun “Trust” di jejaring (network) anda.
5. Kepercayaan Diri
Anda harus percaya bahwa anda mampu….., baru anda bisa meyakinkan siapapun bahwa anda mampu.
6. Terus belajar….!! Karena tidak pernah ada batas bagi anda untuk memperluas pengetahuan dan wawasan.
Artinya pada saat anda mempunyai pengetahuan dan wawasan sedikit lebih baik dari pesaing anda (baik di tempat kerja maupun dalam usaha) maka anda mempunyai kesempatan lebih besar untuk menang.
Sebenarnya hal2 tersebut di atas juga BERLAKU untuk keberhasilan anda sebagai ENTERPRENEUR.
Beda antara seorang yang berkarier di perusahaan dan Enterpreneur adalah kekuatan mental dalam ketahanan menanggung tingkat resiko yang dihadapi.
Bagi anda yang ingin jadi ENTERPRENEUR…., lengkapi diri anda dengan hal2 tersebut diatas, pahami seluruh resiko yang akan anda hadapi dalam usaha anda dan siapkan mental untuk menerima resiko itu jika resiko itu BENAR2 TERJADI…..!!!
Jangan pernah menganggap MODAL (DANA) adalah segalanya untuk bisa menjadi ENTERPRENEUR.
Contoh paling gampang usaha yang relatif tanpa modal adalah sebagai Brooker…, bahasa kerennya sebagi perantara…!!!
Anda tahu…usaha sebagai supplier dan pedagang juga adalah usaha sebagai perantara bahkan konsep keagenan dengan system Fee Based juga merupakan usaha yang relatif bermodal kecil.
Ada teman saya usaha, hanya bermodal brosur untuk berdagang dan pada saat mendapat order dia menghubungkan sang manufacturer dengan pembelinya untuk transaksi itu dia mendapat Fee yang lumayan.
Dan satu lagi….!!! Jangan pernah MEMBATASI DIRI anda untuk menjadi ENTERPRENEUR hanya di suatu bidang karena latar belakang pendidikan anda….!!!
Contoh :
Anda sebagai lulusan Teknik Mesin….., TIDAK HARUS menjadi pengusaha di
bidang Permesinan, tapi bisa saja anda jadi Pengusaha Properti atau
bahkan Pengusaha Makanan…..!!!
Semoga ada manfaatnya bagi rekan2 sekalian…….TETAP SEMANGAT….!!!!
